Jurnal:Ekologi Terapan
Spesies (kelelawar):Burung Godwit Ekor Hitam
Abstrak:
- Pengetahuan tentang persyaratan habitat untuk spesies migrasi sepanjang siklus tahunannya sangat penting untuk rencana perlindungan spesies yang komprehensif. Dengan mendeskripsikan pergeseran musiman pola penggunaan ruang di area non-berbiak utama, Delta Senegal (Mauritania, Senegal), studi ini menjawab kesenjangan pengetahuan yang signifikan dalam siklus tahunan spesies Black-tailed Godwit yang populasinya menurun dengan cepat di wilayah kontinental.Limosa limosa limosa.
- Kami menggunakan model pergerakan proses stokastik waktu kontinu dengan data lokasi GPS untuk menggambarkan area inti yang digunakan oleh 22 burung godwit yang diberi tag GPS selama periode non-berbiak 2022–2023. Kami memetakan tipe habitat utama, seperti lahan basah dataran banjir dan sawah, melalui klasifikasi terbimbing dari citra satelit.
- Burung godwit di Delta Senegal menunjukkan pergeseran yang jelas dalam penggunaan habitat selama periode non-berbiak. Area inti burung godwit pada tahap awal periode non-berbiak (musim hujan) terutama berada di lahan basah alami dan sawah dengan padi yang baru ditanam. Saat tanaman padi matang dan menjadi terlalu lebat, burung godwit berpindah ke sawah yang baru ditanami. Kemudian, ketika air banjir surut dan sawah mengering, burung godwit meninggalkan sawah dan beralih ke lahan basah alami dengan lebih sedikit tanaman invasif, terutama di rawa-rawa dan dataran banjir dangkal di kawasan konservasi alam di Delta bagian bawah.
- Sintesis dan aplikasinyaTemuan kami menggambarkan pergeseran pentingnya lahan basah alami dan pertanian bagi burung godwit pada berbagai tahap musim non-kawin. Kawasan lindung di Delta Senegal, khususnya Suaka Burung Nasional Djoudj (Senegal) dan Taman Nasional Diawling (Mauritania), merupakan habitat penting selama musim kemarau karena burung godwit bersiap untuk migrasi ke utara, sementara sawah memainkan peran kunci selama musim hujan. Upaya konservasi harus memprioritaskan pemberantasan tanaman invasif dari Djoudj dan Diawling, serta mempromosikan pengelolaan agroekologis di kompleks produksi padi tertentu yang ditunjukkan dalam penelitian ini.
PUBLIKASI TERSEDIA DI:
https://doi.org/10.1111/1365-2664.14827
